Kenaifan Sang Peminta-minta

7 November 2008
Kereta Sawunggalih baru sampai di stasiun Bekasi, ketika dari jendela kulihat beberapa orang berebut masuk, ada yang memang penumpang, ada yang mau menjajakan jualannya dan ada juga para peminta-minta..

Sekarang ini banyak modus operandi para peminta-minta, dari cara yang konvensional, sekedar menengadahkan tangan, sampai menggunakan cara tertentu yang ujung2nya juga meminta-minta…

Seperti anak kecil yang terlihat dekil, menyapu lantai kereta, dan menengadahkan plastik ke tiap orang yang duduk disitu, walaupun kadang rada bikin jengkel juga, karena bukannya jadi bersih, malah jadi berdebu karena sampah terus disapu dari ujung gerbong ke ujung gerbong lainnya…

Dan ini ada modus operandi baru yang baru pertama kulihat, seorang ABG nanggung, dengan dandanan ketat bak penyanyi dangdut, menyemprotkan pengharum ruangan ke tiap bangku.. dengan gaya genit dan kenesnya dia juga menengadahkan plastik. Menyadari tak ada yang memberikan uang, diujung gerbong dia berteriak…”pada pelit semuaa…..”..entahlah, perasaanku bercampur aduk, antara geli dan juga miris…sangat naif, meminta2 seperti itu, pikirku..

Ketika kereta mulai jalan kembali, aku menyandarkan kepalaku mencoba memejamkan mata, dan benar saja tak lama setelah itu, aku tak ingat apa2 lagi. Sampai di stasiun Cirebon terjaga sebentar karena banyaknya para penjual yang berteriak2 menawarkan barang dagangannya, namun kemudian pulas kembali seiring derak kereta yang melaju, sampai pada suatu stasiun (kayaknya stasiun bumiayu), ketika terdengar teriakan anak2 sahut bersahutan diluar sana, “minta uangnya om, tante, bapak, ibu” “lempar saja kesini” “ayo cepat, kereta mau jalan neh”…entahlah siapa yang mengajari mereka meminta2 dengan cara seperti itu, jauh dari kata sopan..

Tapi, itulah potret bangsa ini, dari kenaifan para peminta2, terselip kenaifan pemerintah yang seharusnya bertanggung jawab atas nasib mereka…

One response to “Kenaifan Sang Peminta-minta

  1. “Ketika kereta mulai jalan kembali, aku menyandarkan kepalaku mencoba memejamkan mata, dan benar saja tak lama setelah itu, aku tak ingat apa2 lagi.”
    wah pak nurul kena bius nich. ada barang yg hilang gak?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s