Susahnya Mencari Host Program Televisi di Indonesia yang Oke

Acapkali setelah melihat program talkshow di televisi nasional berbuntut mempertanyakan kualitas sang host / pemandu acara program tersebut. Pernah melihat suatu program, setelah bertanya sesuatu kepada guest star, si host kemudian sibuk membaca cue card yang ada di tangannya, dan itu tertangkap oleh kamera, bukan hanya sekali, tapi berkali-kali.

Di lain waktu, si host terlihat resah, dan matanya mencuri-curi pandang ke arah “sign” untuk mengetahui adanya commercial break. Kalau sudah begini, sebagus apapun jawaban guest star, rasanya jadi hilang ruh program tersebut karena kelakuan si host. Yang terbaca kemudian, si host hanya ingin menyelesaikan kewajibannya, dan begitu waktu selesai, say ten-kyu, jabat tangan n’ game is over, tidak meninggalkan sesuatu yang berkesan kepada audience..

Yang paling parah adalah kualitas pertanyaan si host, yang terkadang bukan sesuatu yang ‘enggak banget’ dan hanya membuang-buang waktu..walaupun sebenarnya dalam hal ini si host tidak dapat disalahkan sendiri2 karena suatu program talkshow di televisi sebenarnya pekerjaan team, ada team di belakang layar yang juga ikut menentukan keberhasilan suatu program, semisal team yang menyiapkan “list of questions”, smart question akan meningkatkan kualitas suatu program.

Tidak adanya host yang bener2 oke maybe disebabkan kebanyakan host2 tersebut dari kalangan selebritis yang tidak mempunyai latar belakang ilmu komunikasi, sehingga hal2 dasar tentang komunikasipun mereka tidak ‘ngeh’ seperti memberikan ‘feed back’, ekspresi antusias terhadap jawaban guest star, ekspresi simpati, dsb. Jangan ditanyakan pula kemampuan memancing emosi guest star dengan cara yang elegan…

Kalau di Indonesia, host program televisi yang masuk kategori ‘oke’ menurutku adalah Andy F. Noya, dan mungkin juga Tantowi Yahya. Cara mereka bertanya dan memerikan respon atau memancing emosi guest star sudah mencapai taraf yang matang, mereka memposisikan dirinya sebagai layaknya seorang host (tuan rumah) di program tersebut.

Bandingkan misalnya seorang Titik Puspa ketika ia jadi guest starnya Kick Andy dengan program talkshow yang lain akan berbeda jawabannya, maybe karena Andy sanggup menggiring dan memancing perasaan eyang Titiek, mengekspresikan antusiasmenya mendengar jawaban eyang Titiek, dan mendorong eyang Titiek megeksplorasikan apa2 yang ada di benaknya..efeknya program tersebut menjadi hidup, dan kita sebagai audience-nya dapat mengambil ‘sesuatu’..

Berkaca dari banyaknya host2 karbitan kita yang masih di bawah standar, alangkah baiknya mereka dibekali atau membekali diri mereka sendiri dengan ilmu komunikasi dan yang tak kalah pentingnya adalah belajar dari para host2 senior yang memang sudah diakui kualitasnya, semacam Oprah Winfrey atau Larry King atau kalau di Indonesia, Andy F. Noya..

2 responses to “Susahnya Mencari Host Program Televisi di Indonesia yang Oke

  1. tukul arwana menurutku masih yang terbaik

  2. Tergantung mindset-nya kali ya mas…kalau yang suka lawakan dan agak “nyerempet2” bilang tukul is the best…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s