Nyala Api Biru dari Kotoran

Minyak Tanah Menghilang, Gas Elpiji Langka: tajuk today’s dialogue Metro TV dan juga headline beberapa Surat Kabar Nasional dengan judul yang kurang lebih sama.

Memang dalam beberapa pekan ini terjadi gonjang-ganjing kelangkaan minyak tanah dan gas elpiji. Pemerintah yang gencar mensosialisasikan konversi minyak tanah ke gas elpiji agaknya semakin kelabakan dengan keadaan ini. Bagaimana tidak? program yang diharapkan dapat menghemat anggaran triliunan rupiah ini baru saja bergulir sudah terhadang masalah baru yaitu kelangkaan gas elpiji, kalaupun ada di pasaran harganya sudah melambung tinggi. Isi tabung 12 kg yang harga bandrol Pertamina hanya Rp 52. 000,00 kini dijual sampai Rp 80.000,00 bahkan di beberapa daerah mencapai Rp 90.000,00.

Tadi pagi sebelum berangkat ke kantor, saya sempatkan menonton berita di Tarans TV. Diantara berita tentang kelangkaan minyak tanah dan gas terselip berita “anomali”, pemakaian biogas untuk memasak dari kotoran manusia di Semarang. Saya agak tercengang sedikit, karena dari 6 kamar WC umum tersebut dapat dipakai oleh beberapa ibu rumah tangga disekitarnya untuk kegiatan memasak. Dari testimoni seorang ibu dikatakan bahwa kualitas api dari biogas ini bagus, tidak bau, dan cepat panas untuk memasak dan yang tak kalah penting adalah super hemat.

Ternyata tidak hanya sekelompok masyarakat di Semarang yang telah memanfaatkan biogas ini, sekelompok petani di Bantul ternyata telah 5 tahun mengkonsumsi biogas dari kotoran ternak sapi untuk memasak.

Ternyata dibalik kelangkaan minyak tanah dan gas elpiji ini terselip cerita kreatif dari sekelompok masyarakat dibantu kaum profesional yang “membangkang” anjuran pemerintah. Saya tidak ingin menyalahkan kebijakan pemerintah, sekali lagi tidak. Karena tentunya kebijakan ini sudah ada itung-itungannya, plus-minusnya, tetapi alangkah baiknya disamping kebijakan utama konversi minyak tanah ke gas elpiji, pemerintah juga mendorong energi alternatif seperti biogas ini.

Yang ada dalam benak saya adalah sumber daya yang melimpah ruah untuk pembuatan biogas dari kotoran baik kotoran manusia, hewan ternak ataupun sampah yang acapkali jadi masalah tersendiri. Sekarang tinggal merubah paradigma “Masalah menjadi Solusi”. bayangkan setiap hari 250 juta manusia Indonesia nongkrong di kamar mandi membuang sesuatu secara percuma. Bayangkan kotoran ternak yang baunya menyengat hidung yang selalu jadi bahan sumpah serapah orang yang lewat. Bayangkan sampah yang menggunung yang super bau dan merusak indahnya pemandangan. Semuanya ternyata bisa menjadi jawaban atas kelangkaan minyak tanah dan gas elpiji serta juga energi listrik.

Sekarang tinggal menunggu ada tidaknya dukungan pemerintah dan kesadaran kelompok-kelompok masyarakat untuk berswadana membangun prasarana pembuatan biogas ini.

2 responses to “Nyala Api Biru dari Kotoran

  1. Tulisan artikel di blog Anda bagus-bagus. Agar lebih bermanfaat lagi, Anda bisa lebih mempromosikan dan mempopulerkan artikel Anda di infoGue.com ke semua pembaca di seluruh Indonesia. Salam Blogger!
    http://www.infogue.com/
    Tulisan artikel di blog Anda bagus-bagus. Agar lebih bermanfaat lagi, Anda bisa lebih mempromosikan dan mempopulerkan artikel Anda di infoGue.com ke semua pembaca di seluruh Indonesia. Salam Blogger!
    http://www.infogue.com/
    http://infogue.com/bisnis_keuangan/nyala_api_biru_dari_kotoran/

  2. papahnyalazuward

    Terima kasih atas apresiasi anda…salam kenal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s