Namanya Ihsan

Lengkapnya Muhammad Ihsan. Pagi tadi sengaja saya buka website kepegawaian dan saya buka menu pegawai yang berulang tahun hari ini dan beliau termasuk salah satunya yang sedang berulang tahun. Memang dalam beberapa hari terakhir ini saya rajin membuka menu ulang tahun dan mengucapkan selamat kepada teman2 yang berulang tahun termasuk teman yang sudah lama sekali tidak bertemu. Hari ini ada tiga orang yang saya beri ucapan selamat via email termasuk kepada mas Ihsan ini.

Sebenarnya saya mengenal beliau singkat banget sekitar pertengahan tahun 1994. Saat itu kita satu kos dan bersama-sama mengikuti yang namanya OPK (Orientasi Pengenalan Kampus). Hanya sekitar satu bulan kita satu kos karena kemudian pada saat OPK anak2 prodip pajak ditawarkan opsi untuk dapat pindah spesialisasi ke prodip penilai PBB di Malang dan beliau yang dasarnya orang Jawa Timur prefer untuk pindah kesana.

Walaupun hanya satu bulan bersama, kita masih sempat jalan-jalan ke Monas dan Sarinah. Saat itu kita masih culun banget pas naik bus kota kita bayar 100 ripiah sambil bilang “mahasiswa”, tarif bus kota saat itu untuk pelajar memang 100 rupiah. Tapi apa lacur, kernek bus kota malah melotot dan membentak (kayaknya seh orang Batak dech) “Mahasiswa apaan, jangan ngaku2 !” teriaknya. Ciutlah nyali kami yang masih culun2 itu terpaksa deh nambahin lagi bayar uang bus kotanya. Walah…

Ihsan ini yang asli dari Lamongan orangnya memang cepat akrab. Selalu ada bahan pembicaraan darinya. Jadinya untuk orang yang super pendiam, seperti saya ehmm…tidak perlu khawatir untuk mencari topik pembicaraan, tinggal pasang kuping sama nambah2in ini itu, pembicaraan akan tetap berlanjut….

Kembali ke kejadian tadi pagi, ketika saya email beliau, saya tidak berharap banyak beliau masih mengenalku karena sudah lama sekali kita tidak bertemu. Tapi ternyata saya salah…dari email balasannya ternyata beliau masih mengenalku dengan baik. Bahkan dia masih ingat kapan terakhir kita bertemu sekitar 10 tahun yang lalu saat saya bekerja di Tanah Abang. Dalam hati, hebat banget memori ini orang, saya saja lupa kapan terakhir bertemu.

Dari situ saya belajar beberapa hal berkaitan dengan humanity dan saya kaitkan juga dengan beberapa pengalaman (pahit) yang pernah saya alami. Saya punya teman kuliah, sebut saja namanya Andy, 2 tahun kita sekelas, tahun 1995-1997. Kita juga biasa cerita bareng ngalor ngidul. Sekitar setahun yang lalu saya ada keperluan di Bintaro Plaza dan tanpa sengaja bertemu dengannya. Saya tersenyum kepadanya siap2 untuk menyapanya. Tapi betapa hati ini kecut jadinya, dianya hanya menatapku aneh, tanpa senyum, tak mengenalku sama sekali. Pengalaman kedua, saya bertemu dengan teman tetangga kos dulu sekitar tahun 1998, tidak lama sich sekitar 3 bulan, tapi saya merasa dekat dengannya karena saat itu selain kita sering cerita ngalor ngidul, pinjam meminjam buku juga kita bersama menghidupkan mushola kecil untuk kegiatan sholat jama’ah. Sekita dua minggu yang lalu tak sengaja bertemu dengannya lagi berbelanja di Harmoni, Ceger. Saya antusias sekali menyapanya. “Assalamu’alaikum… bagaimana kabarmu…sekarang tinggal dimana….sudah berapa anakmu…denger2 sudah keluar dari BPKP ya…?? bla..bla…” tapi apa reaksinya…lagi2 tatapan aneh…dan yang keluar kemudian dari mulutnya adalah “kita pernah kenal dimana ya???”…..please dech…..

Dari cerita saya di atas, pelajaran yang saya dapat adalah mencoba untuk selalu menghargai orang lain dan membuat orang lain merasa penting. Tentu “merasa penting” dalam arti yang positif ya, kalau dalam istilah Jawa “ngewongake” atau memanusiakan, tidak memandang sebelah mata dan memandang rendah orang lain. Saya sendiri pernah juga lupa nama seseorang yang dulu pernah saya kenal, kalau sudah begini cukup panggil dia mas dan langkah berikutnya cari tahu nama dia mungkin sama teman yang sedang bersamanya.

Kepada mas Ihsan, terima kasih pelajaran hidup hari ini….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s