<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar untuk it's me</title>
	<atom:link href="http://papahnyalazuward.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://papahnyalazuward.wordpress.com</link>
	<description>"dedicated for my beloved son"</description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Oct 2009 08:39:59 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Komentar di Teplok dan Sentir oleh Diana Rahmawati</title>
		<link>http://papahnyalazuward.wordpress.com/2009/08/31/teplok-dan-sentir/#comment-299</link>
		<dc:creator>Diana Rahmawati</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 08:39:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://papahnyalazuward.wordpress.com/?p=367#comment-299</guid>
		<description>Tulisan yang menyentuh....
Kebetulan  saya juga sempat merasakan masa2 teplok, senthir, lampu petromak dan setrika jago.
Bagi saya masa2 itu lebih tepat disebut masa2 syahdu.... kehidupan benar2 menyatu dg alam.
Sekarang, saat mati lampu, walau reaksi spontan adalah kaget dan kecewa tapi sering saya merasa mendapat kesempatan untuk bercengkerama lebih mesra dengan suami dan anak2. Terasa lebih akrab, dekat dan relax.
(btw, ini maz Dayat yg dulu naik jemputan 44 -nya pak pung kan? gk sengaja dapetin blog ini ketika awalnya buka2 blog temen sma yg sdg kuliah di canberra. subhanallah...
dulu saya pernah dipinjami payung wkt hujan, ketika turun bis jemputan. wkt itu mz Dayat kost di PL sdkn rmh kontrakan saya tdk jauh dari situ)

&lt;em&gt;Thank you mba diana atas commentnya...salam buat mas Himawan ya...&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan yang menyentuh&#8230;.<br />
Kebetulan  saya juga sempat merasakan masa2 teplok, senthir, lampu petromak dan setrika jago.<br />
Bagi saya masa2 itu lebih tepat disebut masa2 syahdu&#8230;. kehidupan benar2 menyatu dg alam.<br />
Sekarang, saat mati lampu, walau reaksi spontan adalah kaget dan kecewa tapi sering saya merasa mendapat kesempatan untuk bercengkerama lebih mesra dengan suami dan anak2. Terasa lebih akrab, dekat dan relax.<br />
(btw, ini maz Dayat yg dulu naik jemputan 44 -nya pak pung kan? gk sengaja dapetin blog ini ketika awalnya buka2 blog temen sma yg sdg kuliah di canberra. subhanallah&#8230;<br />
dulu saya pernah dipinjami payung wkt hujan, ketika turun bis jemputan. wkt itu mz Dayat kost di PL sdkn rmh kontrakan saya tdk jauh dari situ)</p>
<p><em>Thank you mba diana atas commentnya&#8230;salam buat mas Himawan ya&#8230;</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Kamal.. oleh deden</title>
		<link>http://papahnyalazuward.wordpress.com/2009/08/30/kamal/#comment-296</link>
		<dc:creator>deden</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 01:19:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://papahnyalazuward.wordpress.com/2009/08/30/kamal/#comment-296</guid>
		<description>&quot;Ada yang bilang, hidup ini sulit, saya selalu bertanya. dibanding apa?&quot;. Saya pernah membaca kalimat tersebut. Kalimat tersebut sepertinya menegaskan bahwa hidup ini lebih mudah jika kita bisa melihatnya dari sisi yang lain. Mudah2an Mas Kamal temanya Mas Nurul dapat kembali lagi pada kesuksesan sesuai jalurnya. Kata Andre Wongso, sukses itu bukan milik sesorang tetapi hak semua orang. &quot;Success is my right&quot;. Demikian ujarnya

&lt;em&gt;Thank you mas..&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Ada yang bilang, hidup ini sulit, saya selalu bertanya. dibanding apa?&#8221;. Saya pernah membaca kalimat tersebut. Kalimat tersebut sepertinya menegaskan bahwa hidup ini lebih mudah jika kita bisa melihatnya dari sisi yang lain. Mudah2an Mas Kamal temanya Mas Nurul dapat kembali lagi pada kesuksesan sesuai jalurnya. Kata Andre Wongso, sukses itu bukan milik sesorang tetapi hak semua orang. &#8220;Success is my right&#8221;. Demikian ujarnya</p>
<p><em>Thank you mas..</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Overview the Australian Tax System Dealing with Processing the Tax Refund oleh beritapajak</title>
		<link>http://papahnyalazuward.wordpress.com/2009/08/11/overview-the-australian-tax-system-dealing-with-processing-the-tax-refund/#comment-282</link>
		<dc:creator>beritapajak</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 06:26:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://papahnyalazuward.wordpress.com/?p=341#comment-282</guid>
		<description>Luar bisa mas Dayat. tulisannnya inspiring banget. Mudah2an setelah pulang dari Australia bisa mengaplikasikan sistem pajak yang positif  di Australia ke dalam sistem pajak di Indonesia. Petugas pajak dan Wajib Pajak di Indonesia sebenarnya sudah benar2 bete dengan hal2 yang lebih mengedeapankan hal2 yang lebih mengedepankan formalitas dibanding materilitas

&lt;em&gt;Terima kasih kang Deden, insya Allah sistem pajak kita akan lebih maju kedepannya, kuncinya sebenarnya adanya &#039;political will&#039; dari pemerintah, selama ini mungkin DJP belum pede dengan sistem yang dibangun tanpa integrated supporting systems dari lembaga dan departemen lainnya sehingga masih ribet dengan urusan formalitas..&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Luar bisa mas Dayat. tulisannnya inspiring banget. Mudah2an setelah pulang dari Australia bisa mengaplikasikan sistem pajak yang positif  di Australia ke dalam sistem pajak di Indonesia. Petugas pajak dan Wajib Pajak di Indonesia sebenarnya sudah benar2 bete dengan hal2 yang lebih mengedeapankan hal2 yang lebih mengedepankan formalitas dibanding materilitas</p>
<p><em>Terima kasih kang Deden, insya Allah sistem pajak kita akan lebih maju kedepannya, kuncinya sebenarnya adanya &#8216;political will&#8217; dari pemerintah, selama ini mungkin DJP belum pede dengan sistem yang dibangun tanpa integrated supporting systems dari lembaga dan departemen lainnya sehingga masih ribet dengan urusan formalitas..</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Teplok dan Sentir oleh beritapajak</title>
		<link>http://papahnyalazuward.wordpress.com/2009/08/31/teplok-dan-sentir/#comment-281</link>
		<dc:creator>beritapajak</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 06:12:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://papahnyalazuward.wordpress.com/?p=367#comment-281</guid>
		<description>zaman telah berubah. tidak ada seorang pun yang dapat menolaknya. ketiadaan listik pada zaman dulu bisa dilihat sebagai simbol keterbelakangan, bisa juga sebagai pendorong yang berdampak positif dan luar biasa bagi banyak orang untuk bekerjasama dan meumbuhkan jiwa kemandirian. Para pemimpin saat ini banyak terlahir dari generasi tanpa listrik. mudah2an generasi anak2 kita yang telah terang benderang oleh listrik tetap dapat mewarisi sisi positif pendahulunya yang tanpa listrik.  Amin

&lt;em&gt;Betul kang, listrik dan kemajuan jaman adalah keniscayaan, saya hanya menyoroti sisi lain dari ketiadaan listrik dalam hubungan interaksi antar manusia dan manusia dengan alamnya. Terima kasih banyak atas komentarnya..&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>zaman telah berubah. tidak ada seorang pun yang dapat menolaknya. ketiadaan listik pada zaman dulu bisa dilihat sebagai simbol keterbelakangan, bisa juga sebagai pendorong yang berdampak positif dan luar biasa bagi banyak orang untuk bekerjasama dan meumbuhkan jiwa kemandirian. Para pemimpin saat ini banyak terlahir dari generasi tanpa listrik. mudah2an generasi anak2 kita yang telah terang benderang oleh listrik tetap dapat mewarisi sisi positif pendahulunya yang tanpa listrik.  Amin</p>
<p><em>Betul kang, listrik dan kemajuan jaman adalah keniscayaan, saya hanya menyoroti sisi lain dari ketiadaan listrik dalam hubungan interaksi antar manusia dan manusia dengan alamnya. Terima kasih banyak atas komentarnya..</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Overview the Australian Tax System Dealing with Processing the Tax Refund oleh Lisa</title>
		<link>http://papahnyalazuward.wordpress.com/2009/08/11/overview-the-australian-tax-system-dealing-with-processing-the-tax-refund/#comment-271</link>
		<dc:creator>Lisa</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2009 12:24:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://papahnyalazuward.wordpress.com/?p=341#comment-271</guid>
		<description>ooo... jadi pak Dayat kena PPh karena bekerja ya? dikirimin SPT oleh kantor pajak sana? I see, I see... thanks buat penjelasannya pak. :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ooo&#8230; jadi pak Dayat kena PPh karena bekerja ya? dikirimin SPT oleh kantor pajak sana? I see, I see&#8230; thanks buat penjelasannya pak. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Overview the Australian Tax System Dealing with Processing the Tax Refund oleh Lisa</title>
		<link>http://papahnyalazuward.wordpress.com/2009/08/11/overview-the-australian-tax-system-dealing-with-processing-the-tax-refund/#comment-270</link>
		<dc:creator>Lisa</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2009 11:53:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://papahnyalazuward.wordpress.com/?p=341#comment-270</guid>
		<description>kabar baik pak.
wah aku ga ngerti pajak terutang sperti apa pak. belum bikin TFN. tapi ada temenku (anak ADS juga) yang coba apply tax refund, kata petugasnya yang bisa itu kalo kita punya anak, dan anaknya masih sekolah di primary school (SD-SMA) gitu. padahal pak dayat ga bawa anak kan? 

kalo baca situsnya sih emg begitu pak. jadi bingung nih. 
http://www.educationtaxrefund.gov.au/am-i-eligible/

&lt;em&gt;i see..
itu education tax refund mba...itu bagian dari tax offset, jadi emang ada kebijakan dari pemerintah australia untuk dapat mengurangkan beban pendidikan dari PPh terutang. Beban pendidikan itu bisa atas anak atau diri kita sendiri dengan beberapa persyaratan (lumayan ribet persyaratannya), diantaranya untuk primary and secondary school, age under 25 th, dll...

PPh terutang itu dihitung dari income kita dikalikan tarif pajak, nantinya akan dikurangi dengan kredit pajak (misalnya, PPh yang dipotong oleh perusahaan) dan dikurangi juga offset pajak (salah satunya PTKP-penghasilan tidak kena pajak, terus ada juga education tax refund, dan masih banyak lagi offset pajak)..

Untuk kasus temen mba lisa, jika ia memenuhi persyaratannya, maka misalnya PPh 0 dikurangi tax offset (education tax refund) misalnya 100, maka tax refundnya menjadi 100..

Kalau saya tentu tidak mengajukan education tax refund sebagai offset pajak, karena memang tidak memenuhi persyaratan2nya....tax refund yang saya dapatkan cuma dari PPh terutang dikurangi PTKP dan PPh yang dipotong oleh perusahaan..&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kabar baik pak.<br />
wah aku ga ngerti pajak terutang sperti apa pak. belum bikin TFN. tapi ada temenku (anak ADS juga) yang coba apply tax refund, kata petugasnya yang bisa itu kalo kita punya anak, dan anaknya masih sekolah di primary school (SD-SMA) gitu. padahal pak dayat ga bawa anak kan? </p>
<p>kalo baca situsnya sih emg begitu pak. jadi bingung nih.<br />
<a href="http://www.educationtaxrefund.gov.au/am-i-eligible/" rel="nofollow">http://www.educationtaxrefund.gov.au/am-i-eligible/</a></p>
<p><em>i see..<br />
itu education tax refund mba&#8230;itu bagian dari tax offset, jadi emang ada kebijakan dari pemerintah australia untuk dapat mengurangkan beban pendidikan dari PPh terutang. Beban pendidikan itu bisa atas anak atau diri kita sendiri dengan beberapa persyaratan (lumayan ribet persyaratannya), diantaranya untuk primary and secondary school, age under 25 th, dll&#8230;</p>
<p>PPh terutang itu dihitung dari income kita dikalikan tarif pajak, nantinya akan dikurangi dengan kredit pajak (misalnya, PPh yang dipotong oleh perusahaan) dan dikurangi juga offset pajak (salah satunya PTKP-penghasilan tidak kena pajak, terus ada juga education tax refund, dan masih banyak lagi offset pajak)..</p>
<p>Untuk kasus temen mba lisa, jika ia memenuhi persyaratannya, maka misalnya PPh 0 dikurangi tax offset (education tax refund) misalnya 100, maka tax refundnya menjadi 100..</p>
<p>Kalau saya tentu tidak mengajukan education tax refund sebagai offset pajak, karena memang tidak memenuhi persyaratan2nya&#8230;.tax refund yang saya dapatkan cuma dari PPh terutang dikurangi PTKP dan PPh yang dipotong oleh perusahaan..</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Overview the Australian Tax System Dealing with Processing the Tax Refund oleh Lisa</title>
		<link>http://papahnyalazuward.wordpress.com/2009/08/11/overview-the-australian-tax-system-dealing-with-processing-the-tax-refund/#comment-269</link>
		<dc:creator>Lisa</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2009 11:11:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://papahnyalazuward.wordpress.com/?p=341#comment-269</guid>
		<description>nanya dong Pak Dayat...
waktu itu ada temen yang nanya tentang tax refund, trus aku browsing site tentang tax refund, aku baca tentang eligibility-nya includes (kalo ga salah) musti local atau PR, atau berumur 25 th ke bawah. jadi yang bener gmn pak? 
aku belum apply TFN, kalo aku apply sekarang masih bisa dapet tax refund ga ya? aku pernah beli laptop, kalo pak dayat transaksi apa yang di-refund? 
thanks buat infonya ya Pak. nice to see you back blogging. :)
&lt;em&gt;
halo mba lisa apa kabar?? setauku seh gak ada persyaratan seperti itu, mungkin yang dimaksud Australian Resident for Tax Purpose, tapi kitapun masuk kategori itu, karena at least 6 bulan kita tinggal di Australia, itu kaitannya dengan perlu atau tidaknya melaporkan SPT. Setauku, sepanjang pajak yang terutang lebih kecil daripada kredit pajak dan offset pajak, kita berhak mengajukan klaim, sama seperti kasusku. &lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>nanya dong Pak Dayat&#8230;<br />
waktu itu ada temen yang nanya tentang tax refund, trus aku browsing site tentang tax refund, aku baca tentang eligibility-nya includes (kalo ga salah) musti local atau PR, atau berumur 25 th ke bawah. jadi yang bener gmn pak?<br />
aku belum apply TFN, kalo aku apply sekarang masih bisa dapet tax refund ga ya? aku pernah beli laptop, kalo pak dayat transaksi apa yang di-refund?<br />
thanks buat infonya ya Pak. nice to see you back blogging. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
<em><br />
halo mba lisa apa kabar?? setauku seh gak ada persyaratan seperti itu, mungkin yang dimaksud Australian Resident for Tax Purpose, tapi kitapun masuk kategori itu, karena at least 6 bulan kita tinggal di Australia, itu kaitannya dengan perlu atau tidaknya melaporkan SPT. Setauku, sepanjang pajak yang terutang lebih kecil daripada kredit pajak dan offset pajak, kita berhak mengajukan klaim, sama seperti kasusku. </em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Nini Rohmat oleh marycha</title>
		<link>http://papahnyalazuward.wordpress.com/2008/12/19/nini-rohmat/#comment-243</link>
		<dc:creator>marycha</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 03:16:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://papahnyalazuward.wordpress.com/?p=271#comment-243</guid>
		<description>hahaha..kocak mas</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hahaha..kocak mas</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Setan Ada Dimana-Mana oleh YUDHA ALEX</title>
		<link>http://papahnyalazuward.wordpress.com/2008/02/18/setan-ada-dimana-mana/#comment-231</link>
		<dc:creator>YUDHA ALEX</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Apr 2009 12:01:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://papahnyalazuward.wordpress.com/?p=12#comment-231</guid>
		<description>YUPS...,, aku setuju ...

 bagus artikelnya....

:)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>YUPS&#8230;,, aku setuju &#8230;</p>
<p> bagus artikelnya&#8230;.</p>
<p> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Zhang Ning: Sang Anomali Pemain Badminton oleh nastia adam</title>
		<link>http://papahnyalazuward.wordpress.com/2008/10/31/zhang-ning-sang-anomali-badminton/#comment-225</link>
		<dc:creator>nastia adam</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Apr 2009 18:03:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://papahnyalazuward.wordpress.com/?p=133#comment-225</guid>
		<description>Setelah gantung raket dan berprofesi sbg pelatih, Zhang Ning mulai menelorkan Wang Yihan, yg saat ini prestasinya juga meroket dgn menjuarai 3 turnamen berturut2, German GP, All England dan Swiss SS 2009.
&lt;em&gt;
Thank for your response and valuable information...&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah gantung raket dan berprofesi sbg pelatih, Zhang Ning mulai menelorkan Wang Yihan, yg saat ini prestasinya juga meroket dgn menjuarai 3 turnamen berturut2, German GP, All England dan Swiss SS 2009.<br />
<em><br />
Thank for your response and valuable information&#8230;</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
