it’s me

Persahabatan Bagai Kepompong

Oktober 20, 2008 · 3 Tanggapan

Pertama kali mendengar lagu kepompong yang dinyanyikan oleh Sind3ntosca pas naik mobil bareng sama adik dan keponakanku pas libur lebaran kemarin. Ternyata keponakanku yang notabene baru berumur 2.5 tahun seneng banget lagu ini. Denger punya denger asyik juga ini lagu. Lyric nya sederhana tentang hal yang universal, persahabatan, riang namun terkesan jujur dan apa adanya. Penasaran banget siapa sih Sind3ntosca ini? kayak apa pula rupanya? Dalam hatiku, lagu ini akan punya tempat tersendiri ditengah-tengah membanjirnya band yang hampir kebanyakan bergenre sama.

Pas balik ke Jakarta, suatu malam salah satu stasiun TV Swasta, TVOne, menayangkan live music yang salah satu pengisinya adalah Sind3ntosca ini. RAsa penasaran akhirnya terjawab pula, ternyata personel Sind3ntosca ini bisa dibilang masih lugu, kalau masih boleh dibilang masih “cupu”, cadel, lompat kesana kemari dengan wajah innocentnya tanpa memperhatikan blocking panggung. Tapi ya itulah poin lebih band ini, lugu, riang, jujur, apa adanya seperti liriknya berikut ini:

Dulu kita sahabat
Dengan begitu hangat
Mengalahkan sinar mentari

Dulu kita sahabat
Berteman bagai ulat
Berharap jadi kupu-kupu

Kini kita berjalan berjauh-jauhan
Kau jauhi diriku karena sesuatu
Mungkin ku terlalu bertindak kejauhan
Namun itu karena ku sayang

Persahabatan bagai kepompong
Mengubah ulat menjadi kupu-kupu
Persahabatan bagai kepompong
Hal yang tak mudah berubah jadi indah
Persahabatan bagai kepompong
Maklumi teman hadapi perbedaan
Persahabatan bagi kepompong

Kategori: Entertainment

Mayang Sari, H5 dan Mister Bete

Oktober 20, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Membaca pemberitaan tentang Mayang Sari di media massa mungkin berasa biasa saja, sosok wanita ketiga dalam rumah tangga orang lain tapi cobalah buka sedikit saja komen2 pembaca misal dalam detik.com atau kompas.com maka akan menyeruaklah sumpah serapah dan hujatan2. Salahkah Mayang dan sang penghujat2 itu?

Sama seperti pesohor lainnya dalam jagat selebritas, Mayang Sari pun hidup dalam sekotak layar gelas televisi yang sebagian hidupnya mengandalkan dari pencitraan diri. Belum lama ini, pecinta jagat infotainment dihenyakkan dengan foto2 Sazkia Adya Mecca, icon selebritis solehah, yang kedapatan sedang berma’syuk merokok ria diapit dua orang lelaki. Tamatkah karirnya? jawabannya, bisa jadi. Setelah kejadian itu, entah ada hubungannya atau tidak, Sazkia terdepak dari casting film Ketika Cinta Bertasbih.

Kembali ke soal Mayang Sari, karir sebagai penyanyipun telah lama meredup seiring dengan pemberitaan negatif dengan dirinya. Namun dia sedikit “beruntung”, karena kehidupan pribadinya dengan trah Cendana telah memberi limpahan harta yang bertumpuk-tumpuk. Itu kata infotainment loh..? ini pula yang membikin geram para pemerhati jagat selebritas dalam sumpah serapahnya di forum pembaca.

Emosi dan emosi adalah jualan jagat selebritas. Para pemerhati yang emosi itu sendiri adalah pasar televisi dan tabloid gossip lainnya. Mereka hanya hidup dalam sekotak televisi, walaupun sekarang kebanyakan televisi sudah berwarna, tapi pola pikir yang dipelihara para bisnis entertainment tetap saja hitam putih. Mereka tidak membuka pola pikir mereka terhadap berbagai kemungkinan yang mungkin tidak mereka ketahui. Salahkah mereka? tentu saja tidak, jawabannya. Itu adalah masalah persepsi dan pola pikir.

Stigma orang ketiga memang selalu serba salah. Hal ini pulalah yang terjadi pada diri Mayang Sari. Dan sebagai sang istri sah mister bete, H5, diagung2kan sebagai sang peri yang terdzalimi, sang peri yang sangat cantik, jauh lebih cantik dari Mayang Sari. Benarkah H5 seperti itu? nggak tau, jawabannya. Tulisan ini pun tidak ditujukkan untuk mencari jawabannya, hanya untuk mengeluarkan pola pikir kita yang terkukung dalam sekotak layar gelas televisi ke realita dunia nyata.

Toh, dalam kenyataannya, pihak ketiga tidak selalu salah. Kita tidak tahu persis perilaku H5 dan hubungannya dengan mister Bete. Mungkinkah mister Bete benar2 bete dengan sikap H5 dan menemukan sosok yang hangat, Mayangsari dalam kebeteannya. Tidak tau juga.. karena hidup ini penuh warna

Kategori: Entertainment

3M4

Oktober 20, 2008 · 1 Tanggapan

Sedikit komen tentang kelas EAP di IALF, kebetulan dapet kelas 3M4. Alhamdulillah dapet teacher yang baik dan penuh perhatian terhadap progress students juga temen2 yang sangat support dan kompak pula.

Banyak moment yang kami alami bareng selama waktu yang terbilang singkat ini dari jalan2 ke kota tua, buka puasa bareng, diskusi di kelas atau sekedar kongkow2 di warteg jawa timuran.

Dari beberapa moment itu aku nyadar banget bahwa teman2 sangat baik dan bukan pura2 lho, rasanya gak salah banget mereka terpilih sebagai awardees, selain kemampuan otak juga didukung kepribadian yang menarik.

Misalnya, Yogie, yang membrand image kan dirinya sebagai seorang yang selenge’an dan cuek, dari hal2 yang sangat kecil ternyata dia tidak dapat berdusta bahwa dia seorang yang really care, tak hanya temannya even terhadap pengamen yang selalu menyambangi warteg jatim, dia selalu rajin mengulurkan tangannya atau ketika dengan semangatnya dia concern terhadap Museum Fatahillah yang baginya sangat worthful, yang maybe bagi kebanyakan orang “nggak banget” n recommend to not visit again..

Ika, yang sangat positif thinking menghadapi banyak hal dan tidak melihat sesuatu dari kemasannya dan rasanya ini bekal yang sangat ampuh untuk bisa survive di aussie, sedikit banyak saya belajar darimu mba..

Rini, walaupun dia tinggal di kaltim tapi trah jawanya gak hilang, dia terlihat sebagai wanita jawa modern jelmaan kartini. Lembut, sopan dan smart.

Lain lagi dengan mba yang satu ini, Yumna, dari mimik dan gesturenya mengingatkan daku pada sosok mba Nunung, maaf y mba, kalau ngobrol aku jadi cekikikan sendiri. Soal fighting spiritnya boleh dibilang “gila banget” hanya kata “busyet dah” ketika dengan politenya dia minta maureen ngetes lagi speakingnya, padahal baru saja dia dites sama Barbara…

Lisa, kalau Gia dan Santi suka sebel dideketin kucing pas makan, maka mba ini dengan senang hati memberikan sisa tulang makanannya ke si kucing yang kadang mengibas-ibaskan ekornya yang emang bikin ilfil orang makan. Kata orang bijak seh, orang yang sayang sama hewan membuktikan dia punya kepribadian yang sangat baik. Wong sama hewan aja sayang..

Bambang, teman aku ini sering aku jumpai di kereta api Sudirman dan koridor busway, ya iyalah, wong dia itu satu jurusan sama aku. Yang aku suka dari mas yang satu ini kalau ditanya soal agama, jawabannya memuaskan dan memberi pencerahan, misalnya tentang masalah kematian, yang entah mengapa saat itu aku merasa sangat dekat dengan kematian…

Buat teman lainnya juga sangat baik dan punya karakter positif yang kuat. Maafkan kalau selama training aku ngga full attention dan so pasif di kelas, tapi yakinlah kehadiran kalian dalam hidupku memberi warna tersendiri..

Kategori: Jejak Langkah