Sobat Sekolah RA
Rumahku kebetulan disamping RA (setingkat TK) dan MI (setingkat SD). Sejak kecil memang perawakan badan saya gede dan gendut, padahal usia masih sangat belia sekali dan belum saatnya sekolah. Waktu masuk RA usia saya baru 4 tahun. Saya masih ingat kala itu, teman saya, Tarmad, nyamperin saya sekolah bareng di RA, padahal paling 3 bulanan lagi sudah kenaikan kelas. Tapi saya ikut juga sekolah, gak kepikiran tuh diterima atau tidak, pokoknya masuk saja. Yang mengajar di RA adalah Ibu Suhiroh dan Ibu Mundiroh. Beliau2 tentunya mengenal saya karena keluarga saya lumayan dikenal di kampung apalagi posisi rumah saya yang persis di samping sekolahan. Seperti sekolah TK lainnya, di RA juga dipenuhi kursi2 kecil dan banyak mainan seperti alat hula2, perosotan, gambar2. Saya sejak kecil memang bisa menggambar, gambar andalan saya adalah muka si unyil. Banyak teman2 minta dibuatin gambar. Mereka menyodorkan bukunya untuk sekedar saya gambari tokoh boneka si unyil. Perasaan saya waktu itu memang gambarnya bagus…gak tau ya kalau sekarang saya lihat kembali…he he…sayangnya sisa2 gambarnya sudah tidak ada lagi…
Teman2 kecil saya di RA yang masih saya ingat adalah Tarmad, Tamsir, Jobras, Sirun, Karsudi, Iim, Maman, dan masih banyak lainnya…. maaf neh agak lupa nama2mu sobat…
Pas kelulusan, kami diminta bawa sangu ketupat dan lauk pauk di plastik dan kita makan di Watu Gumilang (sebuah batu yang sangat besar kira 2 sebesar rumah dan banyak bekas tapak2 binatang)…Saya masih ingat ibu saya membawakan saya ketupat dan ayam goreng, makanan yang saat itu sangat istimewa. Pas saya mau ngasih sebagian ayam goreng saya, gak sadar jatuh menggelinding ke bawah…yah ayam gorengku…setelah ritual makan2 selesai..kita kembali ke kelas dan ibu Suhiroh memanggil satu per satu nama kami, yang dipanggil langsung diantarkan ke kelas satu MI…saya termasuk yang dipanggil sementara teman2 saya Tarmad, Tamsir, Karsud, Sirun dan Jobras tidak dipanggil ibu guru…
Sobat Sekolah MI
Di MI banyak juga teman sepermainan saya. Nama2 yang masih saya ingat adalah Darsan, Mudzakir, Samingin, Darto, Dukri, Rohani, Sohani, Mistar, Waslim, Imron Hamzah, Zaini Ahmad, Ghofuri, Muhayah, Rohanah, Musringah, Wasrinah, Mubaidah, Kasmiah (agak lupa namanya)…tapi mukanya masih saya ingat…
Darsan itu anaknya paling pintar dan rajin di kelas. Dia adalah ranking satu, sayang karena keterbatasan ekonomi keluarga dia tidak melanjutkan sekolahnya..sayang banget ya…Kalau samingin ini sepupunya Darsan, rumahnya pun berdekatan di karang duren. Senasib dengan darsan, samingin juga tidak melanjutkan sekolahnya. Kalau Dukri yang masih saya ingat adalah anaknya kecil, murah senyum, pintar bercerita…Kalau Darto, anaknya putih agak botak, cenderung pendiam tapi punya senyum yang tulus. Ada dua orang temanku, Mistar dan Sohani, yang punya bakat Don Juan sejak kecil, mereka sudah mikir soal pacaran, sesuatu yang belum kepikiran pada usia kita saat itu…mereka berdua sekarang punya profesi yang sama sebagai supir angkutan desa. Muhayah, sejak kecil sudah punya bakat ayu, kulitnya putih halus, matanya sipit, rambutnya panjang hitam, perawakannya ramping. Sejak kecil dia senang mencatat syair dan lagu di RRI Purwokerto. Kabar terakhir tentang dia sekarang menjadi PRT di Jakarta. Dulu pernah sekali lihat dia di panggung 17 Agustusan menyanyi lagu dangdut..ah muhayah..
Kalau Rohanah, anaknya lumayan pintar, pernah bareng dengan saya dan Darsan mewakili sekolah cerdas cermat P4 di kecamatan…walaupun tanpa persiapan, kami masih berbangga dapat juara dua. Rohanah meninggal dunia ketika sekolah di MTs kelas 3 karena Hepatitis B…inna lillahi wa inna ilaihi roji’un…
Teman2 yang melanjutkan sekolah ke tingkat SLTP dapat dihitung dengan jari. biasanya yang melanjutkan sekolah adalah yang orang tuanya pegawai negeri atau orang tuanya mampu seperti saya, Iim, Maman, Mudzakir, Mubaidah dan Rohanah.
Teman Main
Sejak kecil saya paling senang main entah main kasti, sepak bola, gopak sodor atau petak umpet…saat itu kita campur mainnya ada pria dan wanita…teman2 yang masih saya ingat adalah Tarmad, Kasrun, Mistar, Warto, Tamsir, Sirun, Karsud, Jobras, Nurliah, Kamirah, Ipong, Ingkis, Gendon, Ghufron, Kaper, Ketut, Sisri, Mahmud, dll…







